dampak pada populasi penguin
Uncategorized

Dampak Perubahan Iklim Yang Mempengaruhi Populasi Penguin

dampak pada populasi penguin

Penemuan ilmiah baru di Antartika mengagetkan dunia. Ternyata, koloni beberapa penguin di pulau paling selatan di bumi turun sampai 75 %. Walau sebenarnya, koloni penguin itu pernah diklaim jadi satu diantara yang sangat kuat. Rantai makanan di Antartika melemah gara-gara laut es yang terbuat akan meleleh bertambah cepat dari kebanyakan. Peranan es di sini terlalu penting untuk fitoplankton yang akan dikonsumsi oleh krill, hewan seperti udang, yang umum berubah menjadi sumber makanan buat Chinstrap.

“Di samping banyak beberapa faktor lain yang mungkin saja bertindak dibalik problem ini, semua bukti yang kita mempunyai memperlihatkan kalau perkembangan iklim lah yang bertanggungjawab atas perkembangan yang kita melihat, ” kata Dr Heather Lynch, satu diantara pengamat penting di ekspedisi ini. Analisis awalnya mendapati 60% habitat penguin Adele di Antartika dapat hilang. Ditambah, pengurangan krill sampai 40% di sejumlah wilayah di Samudra Selatan, mengakibatkan kegelisahan akan ada resiko knock-on, pengurangan jumlah populasi pada predator lain, termasuk juga paus serta anjing laut tutul.

Baca juga Jenis-Jenis Populasi

Penilitian ini memperlihatkan kalau penguin Gentoo yakni penguin yang terlihat akan menukar populasi penguin Chinstrap. Gentoo dilukiskan oleh beberapa intelektual jadi “merpati dunia penguin” sebab pada umumnya makanan yang mereka mengonsumsi makin banyak ragam, termasuk ikan serta cumi-cumi. Dengan demikian, Gentoo mempunyai kapabilitas makin kuat untuk bertumbuh dalam beragam situasi. Walau demikian, ada makin lebih besar spesies penguin yang menanggung derita gara-gara iklim yang menghangat. 2 tahun lalu, beberapa intelektual mengingatkan 70% penguin dapat lenyap atau didesak untuk mendapati tempat bertumbuh biak baru di akhir masa ini.

Hasil Dari Eksperimen

Intelektual yang menekuni ekspedisi Greenpeace dengan kapal Esperanza sedang periksa beberapa koloni di Pulau Elephant, satu diantara habitat krusial buat beragam tipe penguin di Semenanjung Antartika. Mereka mendapati kalau keseluruhan populasi yang terdata sampai 52.786 pasangan. Apabila dibanding hasil survey 1971 yang sejumlah 122.550 pasangan, populasi di pulau itu telah turun 60 %. Satu diantara yang terbanyak turun yakni koloni chinstrap. Populasi barisan penguin dengan bulu seperti pengikat helm itu turun sekitar 77 %.

populasi penguin di antartika

”Ini yakni resiko perkembangan iklim, ” kata Noah Strycker. Ahli pengiun dari Stony Brook University itu adalah salah seseorang peserta ekspedisi. Pemanasan air laut bikin krill, binatang sebagai sumber makanan penting hewan laut Antartika, kian jarang-jarang. Kemarin, temperatur di Antartika baru-baru ini membuat angka paling tinggi selama peristiwa, ialah 18, 3 derajat Celsius.

Mencari Wilayah Baru

Walau begitu, chinstrap diketahui jadi penguin yang cukup kuat. Menurut situs Ocean Wide Expedition, penguin tipe itu dapat berenang sampai 80 km. dari pantai untuk cari makanan. Mereka dipandang gak serapuh penguin lain. Sedikitnya, International Union for Conservation of Nature (IUCN) mengategorikan chinstrap jadi tipe penguin yang sangat gak dikuatirkan. ”Saat ini, kami gak tahu lagi apa yang dapat dikehendaki di waktu depan, ” papar Strycker. Sementara saat itu, beberapa ribu pemuda kerjakan perbuatan di Brussel, Belgia, minggu kemarin untuk memperingati Ocean Week. Di barisan paling depan, terekspos patung penguin yang dibuat dari es.

DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI ANTARTIKA

  • Temperatur permukaan Laut Antartika telah naik setinggi 1 derajat Celsius sejak mulai 1955.
  • Area es seluas 25 ribu km. persegi hilang sejak mulai 1950-an.
  • Ketinggian laut sampai 3 milimeter per tahun terhitung sejak mulai 1990-an.
  • Populasi krill, biota laut yang menjadi makanan ikan di Antartika, terus turun.
Spread the love